
Play/Download
Dari bagian 2
Anto pun semakin tak kuat menahan sesuatu yang ingin segera meledak dari
dalam kontolnya tetapi ia belum ingin mengakhiri permainan itu Anita
terus meracau tak jelas, menjepit kontol Anto dengan sekuat tenaga. Di
paksanya agar tak segera mencapai orgasme, sampai akhirnya ia tak kuat
lagi menahan sesuatu untuk segera meledak dari dalam liang
kewanitaannya. Anita pun berteriak..
"Thhoo.. Akhuu uudhhaahh mauhh nihh.. Ahh.. Ahh.. Ahh.. Terusshh
sayang.. Ggghhaahh.." teriak Anita gila-gilaan sambil menciumi leher
Mbak Yuyun dan menyedot kuat-kuat puting Mbak Yuyun. Melihat temannya
yang makin menggila, Mbak Yuyun segera mengambil inisiatif untuk
mambalas ciuman Anita pada wajah, bibir, leher dan payudara serta puting
Anita agar temannya itu segera memperoleh kepuasan tiada tara.
"Aaahh mhbbaakk.. Akkuu ghahhkk kkuuatthh.. Laghiihh.." racau Anita.
Melihat hal itu, Anto makin mempergencar goyangannya sambil mengimbangi
goyangan Anita. Diremasnya bokong Anita sambil ia terus menjilati vagina
Mbak Yuyun. Terus mengayun, berharap agar ia pun mendapatkan orgasmenya
bersama-sama dengan Anita.
"MbBHaakk.. Akkuu jjuuggaa maauhh keluarr nihh, ghimanahh dhonghh?" tanya Anto.
"Ooohh yahh terushh sayang.. Kita keluarkhhann barenghh.. Keluarr
khhaann sajjaa dii dallamm memekk kkuuhh.., chepatthh thhoo!!
Hhhaammillii ahkkuuhh ssayyangnghh.. Aaahh" racau Anita mempersetankan
semuanya sambil tiba-tiba mengejang, menggila dan tak lama kemudian..
Chhrrotss..
Keluarlah lendir kenikmatan dari vagina Anita yang semakin memperlicin
keluar masuknya kontol Anto di dalamnya, ia langsung menekan lebih
dalam, agar kontol anto makin mentok masuk ke dalam memeknya. Begitu pun
anto, merasakan sesuatu yang panas keluar dari dalam vagina Anita, ia
menikmati sensasi itu, sampai akhirnya..
Chhrroott..
Sampailah ia pada orgasmenya. Lima kali kontolnya mengeluarkan lahar
panas yang kental ke dalam vagina Anita, sampai-sampai cairan-cairan itu
membeludak keluar dari vagina Anita. Anto dan Anita pun terkulai lemas.
Dengan tetap berada pada posisi mereka masing-masing. Anita begitu
menikmati sensasi saat Anto mengeluarkan maninya di dalam memeknya.
Begitu panasnya. Ia pun merasakan denyut dari kontol anto dan memeknya
yang saling menekan. Dan tiba-tiba untuk kedua kalinya Anita merasa
memeknya kembali mengejang dan berdenyut keras lagi.
"Ggghhaahh.."teriak Anita
Crotthh..
Rupanya untuk kedua kalinya, keluarlah lendir kenikmatan dari dalam
vagina Anita. Ia mendapatkan multy orgasme, hal yang balum pernah ia
rasakan saat ia bercinta dengan kedua suaminya. Dan ia amat menikmati
hal ini sampai-sampai tubuhnya yang masih menyatu raga bagian bawahnya
itu, melenting, matanya terbelalak hingga bola matanya nyaris berputar.
Anto pun menikmati sensasi ini, ia menyadari rupanya Anita termasuk
wanita yang nafsunya besar sekali.
"Wahh An, aku jadi ngiri nih.." ujar Yuyun sambil bangun dari posisinya menjongkoki wajah Anto.
Kemudian ia bergegas menciumi kontol Anto dan vagina Anita yang masih
saling menyatu itu. Dijilatinya lendir yang menggenang itu, direguknya,
dikumur-kumurkannya, lalu ia bangun, menahan leher Anita yang masih
menikmati sisa-sisa orgasmenya, lalu Yuyun pun mencium Anita sambil
meludahkan lendir yang dikulumnya.
Glekkhh.. Lendir yang disuapkan oleh Yuyun itu langsung ditelan habis
oleh Anita, dengan sebagian yang masih meleleh mengalir keluar dari
bibirnya. Pemandangan itu membuat Anto kembali dilecut nafsu. Ia pun
bangun, kemudian menciumi bibir Anita, meminta bagian dari lendir
kenikmatan yang telah meraka ciptakan itu. Kemudian dengan berhati-hati
ia pun mencabut kontolnya yang sedari tadi masih dibiarkan menancap
dalam vagina Anita sambil diikuti erangan halus dari mulut Anita.
"Ahh Thoo.."
Rupanya kontol Anto masih tegak menantang ingin dipuaskan lebih jauh.
Anto pun berdiri sambil menarik tubuh Yuyun, Mereka pun berhadapan
kemudian Anto mengangkat tubuh Yuyun yang memang lebih kecil darinya.
Ditahannya kaki Yuyun dengan tangannya sampai mengangkang begitu
lebarnya. Kemudian.. Bless..
"ahh.. Hhheebbatthh kkammuhh sayanghh.."
Melesaklah kontol Anto ke dalam vagina Yuyun, diikuti erangan manis dari mulut yuyun.
"Terusshh Shhayaanghh.." Anto langsung mengayunkan tubuh Yuyun yang
mungil itu sampai wanita itu berteriak-teriak dan memukuli punggung
Anto. Begitu bahagianya wanita itu karena mendapatkan apa yang sedari
tadi ia dambakan. Decak-decak becek yang dihasilkan dari vagina Yuyun
dan kontol Anto yang terus saling merenggut itu kembali memenuhi seluruh
ruangan kerja Anita.
Sementara itu Anita masih menikmati sisa-sisa orgasmenya tadi, dan hanya
tidur mengangkang, tak henti-hentinya memainkan 4 jari tangan kanannya
keluar masuk memeknya, sambil menonton kedua temannya itu bercumbu.
Yuyun makin meracau tak jelas, begitu pun Anto. Ia terus menunjukkan
kejantanannya pada wanita itu. teriakan Yuyun pun tak kalah dengan
teriakan Anita tadi, ia juga mempersetankan segalanya.
"Terushh thoo.. Hhhaammiillii akkuuhh sayanghh.. Ohh yahh," teriak Yuyun
sambil terus mendekap tubuh anto yang tengah sibuk mengayun-ayunkan
tubuh mungilnya itu. Sesekali mereka saling memagut, melumat satu sama
lain bibir pasangannya.
Setelah melakukan posisi itu beberapa menit, Anto menggeser posisinya
dengan tak melepas tubuh Yuyun yang masih menyatu dengannya. Ia mengarah
ke meja kerja Anita. Disana ia menidurkan Yuyun diatas meja, kemudian
tanpa melepaskan kontolnya, ia mengatur kaki Yuyun dengan
menyilangkannya. Dengan posisi ini tentunya jepitan yang dihasilkan oleh
vagina Yuyun makin menjepit. Sehingga membuat Yuyun makin merasa
terbang keawang-awang, oleh ayunan Anto.
Crott, crott, croott.. Blesshh..
Ayunan demi ayunan di lakukan oleh Anto sambil meremas-remas payudara
Yuyun yang juga ikut terayun-ayun itu. Begitu pun Yuyun, sambil
terlentang diatas meja ia meremasi sendiri payudaranya, memilin-milin
putingnya sendiri. Sambil terus meracau tak tentu.
Setelah puas dengan posisi itu, Yuyun memutar tubuhnya menghadap
tengkurap diatas meja dengan kaki kiri menjejak di lantai dan kaki
kananya naik di atas meja. Gaya ini disukai Anto karena seperti gaya
doggie style, ia dapat mengerjai vagina Yuyun dengan kontolnya dan
menusuk-nusuk lubang anus Yuyun dengan jarinya. Dan hal ini makin
membuat Yuyun tak sadarkan diri dan menggila.
"Auffhh.. Auffhh.. Oohh.. Terusshh Thoo, puasskkaann dirimuhh.. Thoo!" teriak Yuyun.
"Ah, Mbak suka gaya ini?? ahh shh.." balas Anto.
"Ahh ssebbenntarr laggihh Thoo!" racau Yuyun yang kelihatannya tak lama lagi akan mendapatkan orgasmenya.
"Akuhh jugahh mBHakkhh.." timpal Anto.
Mendengar kedua temannya akan segera meledak, Anita bangkit dari
posisinya, kemudian mengarah ke arah pantat Anto. Lalu diciuminya lubang
anus Anto, dimainkannya lidahnya keluar masuk lubang pembuangan itu.
Kemudian ia berpindah ke sebelah Yuyun, dan mengambil posisi duduk
mengangkang diatas mejanya dengan wajah yuyun tepat menghadap di depan
vagina Anita, lalu dijambaknya rambut Yuyun agar mulutnya segera beraksi
menjilati memeknya.
Blesshh.. Melesaklah wajah Yuyun diantara selangkangan Anita. Dengan
berpegangan pada pinggiran meja, Anita menikmati kenakalan bibir Yuyun
yang sibuk menjilati memeknya.
"Aaahh.. Aaahh.. MBHakkhh.." teriak Anita.
"Kau sukkaahh iinniihh haahh??" tanya Yuyun pada Anita.
"Iyyaahh mBHakkhh.. Terusshh mbakhh.." Pinta Anita.
Melihat hal itu, Anto makin tak kuat menahan ledakan ronde keduanya, di
percepat goyangannya pada vagina Yuyun, sehingga Yuyun menyadari bahwa
Anto sudah akan mencapai puncaknya. Sambil menjilati vagina Anita, dan
berpegangan pada pinggiran meja, ia mempercepat goyangannya sambil
memperkuat jepitan memeknya.
"Aahh yahh terushh Thoo.. Keluarr khann di dalamm aja sayaangg..!" teriak Yuyun.
"Iyaah mbaak.. Sbentarr lagihh, ahh"
Crott, crott meledaklah air mani putih kental dari dalam kontol Anto. Menyembur panasnya. Muncrat terus sampai 4 kali banyaknya.
Merasakan sensasi luar biasa memenuhi relung-relung memeknya, Yuyun pun
tak kuasa menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya, dan ia pun
menekankan selangkangannya pada kontol Anto yang langsung disambut
dengan kontol Anto yang juga menghujamkan dalam-dalam ke dalam vagina
Yuyun, sampai kemudian..
Bless crrott croott..
5 kali lendir kenikmatan menyembur dari dalam vagina Yuyun diikuti
teriakan liar Yuyun sambil menghujamkan dalam-dalam wajahnya di antara
selangkangan Anita.
Blesshh..
"Aaahh.. Ahh.. Ahh.. Ghhiila kauu Thoo!!" teriak Yuyun menggila tanpa melepaskan memeknya dari kontol Anto.
Begitu juga Anita, melihat Yuyun menggila seperti itu, ia langsung
memanfaatkannya dengan menekankan wajah Yuyun lebih melesak ke dalam
selangkangan Anita.
"Ooohh.. Ssshh" lirih Anita.
Setelah puas, Anto mencabut kontolnya dari dalam vagina Yuyun, dan
langsung menjambak rambut kedua wanita itu dengan kedua tangannya,
kemudian didekatkannya kedua wajah itu agar saling berciuman dan saling
menjilati wajah masing-masing yang dilumuri lendir kenikmatan. Kemudian
ditariknya wajah Anita dan Yuyun mendekatinya dan diciuminya keduanya
bergantian. Sambil menikmati sisa-sisa orgasmenya.
"Makasih ya sayang.. Kau benar-benar hebat!" ujar Anita pada Anto.
"Mbak juga!" balas anto sambil kemudian langsung melumat dalam-dalam bibir Anita.
Melihat temannya puas, Yuyun tersenyum lega lalu berkata pada Anita,
"Kamu kapan-kapan bisa call Anto kok kalau ingin! Pokoke aku sudah
ngenalin ha.. ha.. ha.."
"Waah, aku benar-benar puas Mbak.. Aku bakal rajin lembur nih! Or
ngelemburkan diri! Ha.." balas Anita sambil mengerlingkan matanya.
"Satu hal lagi sayang, mulai sekarang jangan panggil aku Mbak, panggil
aja namaku or sayang, ok?" pinta Yuyun sambil mengecup lembut bibir
Anita.
"Ok Sayang.. Anyhing for you!" jawab Anita sambil membalas bibir Yuyun dengan lumatan lembut.
"Mbak, aku pulang dulu ya, soalnya sudah janjian mau ketempat cewekku," sambung Anto.
"Wah, kamu masih kurang To?" goda Anita.
"Apa jangan-jangan Mbak Anita yang masih kurang nih? Aku masih kuat begitu kok, mau berapa ronde lagi sih?" tantang Anto.
"Wah.. Benernya aku masih ingin banget tapi, kayaknya sudah malem banget
deh, ntar Mas-ku curiga," ujar Anita sambil melirik ke arah jam
dinding.
"Ah, tapi persetan lah!" Rupanya Anita masih sedikit ingin dipuaskan
lagi. Ia langsung mengambil posisi nungging, sambil meminta Anto untuk
melakukan sex anal kepadanya.
"Mmmhh, kamu mau khan, sex anal To? Aku belum pernah nih! Suamiku nggak pernah mau" pinta Anita.
"Ya ampun, kamu belum puas ya An?" tanya Yuyun, yang baru saja hendak mengenakan lagi celana dalamnya.
"Iya nih Mbak.." Jawab Anita.
"Ok Sayang!" jawab Anto sambil memegangi kontolnya yang masih tegak
menantang, padahal baru saja mencapai orgasme. Dipeganginya pinggul
Anita sambil menekan-nekankan kontolnya pada lubang anus Anita.
Kemudian.. Blleesshh..
Lubang itu memang terasa sangat seret, karena memang belum pernah dimasuki kontol.
"Naikkan sedikit pantatmu Mbak.." pinta Anto, "Aaahh.. Iiyyaahh begituhh.."
Anita mulai merem melek kembali, menikmati setiap rojokan dalam lubang anusnya itu.
"Nikkmmaathh Sayanghh.."
Melihat hal ini Yuyun kembali melepas celana dalamnya yang baru ia pakai
sampai lutut, kemudian mengangkan di hadapan wajah Anita, menyodorkan
memeknya yang masih tercium aroma lendir kenikmatannya. Anita langsung
menciumi dan menjilati vagina itu sehingga Yuyun langsung merem melek
lagi dibuatnya.
Permainan Anto di dalam anus Anto kira-kira 10 menit lamanya, dan Anita
amat menikmati permainan barunya ini. Sensasi yang dirasakannya jauh
dari yang dibayangkannya selama ini. Begitu nikmatnya. Bukan hanya
anusnya saja yang merasakan nikmat, tetapi otot-otot di dalam memeknya
kembali berdenyut-denyut nikmat.
Anto memainkan tempo yang lambat, karena kuatir pada Anita yang baru
kali ini melakukan hal ini. Ia tak ingin melukai dinding anus lawan
mainnya itu. Tetapi ia merasa begitru nikmat, karena dinding anus Anita
masih sangat seret sehingga begitu menjepit kontolnya.
"Terusshh Thoo.. Akkuuhh mauuhh keluarr niihh.." racau Anita.
Rupanya di ronde kedua ini ia tak kuat menahan lama permainannya karena
ia begitu menikmati sensasi yang dirasakannya dari hal baru ini. Tak
lama kemudian Anita mulai mempercepat goyangan pinggulnya dan semakin
liar bermain menjilati dan menggigiti vagina Mbak Yuyun. Sampai
akhirnya..
"Aaahh.." Anita berteriak, karena otot-otot dalam memeknya berkontraksi
mengejang dan melemas. Ia mendapatkan orgasme lagi. Melihat Anita makin
menggila, Anto agak mempercepat tempo goyangannya, agaknya ia menjadi
tak peduli lawan mainnya bisa kesakitan, tetapi yang keluar dari mulut
Anita justru kebalikannya.
"Terusshh Thhoo.. Puaskhann dirimuuhh.. Siksaa akuu Sayaanghh.." teriak
Anita, tak mempedulikan rasa nikmat diselangkangannya yang mulai berubah
menjadi sedikit rasa pedih pada anusnya. Hingga tak lama kemudian,
terasa olehnya Anto mulai sedikit mengejang dan..
Croott.. Croottss..
Dua kali lendir panas dari kontol Anto meledak di dalam raganya.
"Aaahh MBHaakk.." teriak Anto langsung terkulai lemas memeluk Anita dari belakang yang masih berada dalam posisi itu.
Anto menikmati orgasmenya sambil menciumi tengkuk, rambut dan punggung
Anita yang putih mulus dan wangi itu. Tangannya memeluk ke arah dada
Anita, sambil kemudian meremas-remas lembut, menikmati sensasi yang baru
saja di rasakannya. Anita pun terpejam menikmati hal ini. Yuyun
tersenyum puas melihat kedua temannya itu telah mencapai puncaknya.
Kemudian ia bangun dan langsung memeluk kedua temannya itu, ikut
merasakan kehangatan dan kenikmatan yang mereka ciptakan bertiga.
"Ya ampun, sekarang sudah jam 21:45!!" teriak Anita
"Wah aku bilang apa nih ke orang rumah?" ujarnya sambil beranjak
mencomoti celana dalam, bra dan stelan blazernya yang tergeletak tak
beraturan dilantai dan sofa.
Ketiganya segera sibuk mengenakan kembali pakaian mereka. Kemudian
mereka pulang bersama-sama setelah saling berjanji untuk mengulangi
kegilaan itu dalam waktu dekat.
E N D